![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||
| Home | Kamis, 23 Desember 2010 Ribuan ikan mati mendadak di Sungai Kampar yang terletak di Desa Sering, Pelalawan. Penyebab fenomena alam tersebut masih diselidiki. Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Ribuan ekor ikan berbagai jenis mati mendadak dan mengapung di kanal yang bermuara pada Sungai Kampar, di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan. Belum ada kepastian mengenai penyebab peristiwa tersebut, sebab Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan masih meneliti peristiwa tersebut terjadi Rabu (22/12/10) kemarin. Sementara hari ini, Kamis (23/12/10) bangkai-bangkai ikan tersebut masih terlihat. "Ikan yang mati tak terhitung. Ribuan. Kini bangkai ikan tersebut masih mengapung di hilir sungai Kampar, kurang lebih 500 meter dari mulut kanal. Masalah ini sudah ditangani BLH Pelalawan," terang Kepala Desa Sering kecamatan Pelalawan, Samsul Bahri, kepada riauterkini, Kamis (23/12/10). Hanya pada kesempatan tersebut Samsul Bahri, tidak menyimpulkan kematian ikan tersebut akibat limbah. Ia menyerahkan masalah tersebut kepada BLH Pelalawan yang tengah melakukan penelitian. "Kita tunggu saja hasil penelitian dan BLH untuk memastikan penyebabnya," saran Kades Sering. Tadi pagi red (Kamis red) tambah Samsul Bahri, pihak manajemen RAPP telah memberikan sosialisi ketengah masyarakat. Pada kesempatan itu, pihak RAPP mengakui ikan mati tersebut di kanal milik mereka. Akan tetapi ikan tersebut bukan mati akibat limbah melain kekurangan oksigen. "Tadi pagi, pihak manajemen PT RAPP, turun langsung ke desa Sering untuk memberikan keterangan resmi ditengah masyarakat. Pada waktu itu, ikan yang sudah dikumpulkan masyarakat pihak RAPP, mengatakan tidak masalah untuk dikomsumsi," bebernya. Akibat, ribuan ikan mati tersebut malam tadi, anggota DPRD Riau Dapil Pelalawan, H Zukri didampingi, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan, langsung turun kelapangan. Pada kesempatan tersebut, BLH langsung mengambil sampel ikan mati tersebut. Ditempat terpisah, manajemen PT RAPP, melalui Kepala Coporate Comunication, Geraldin Jensen ketika dikomfirmasi terkait masalah ini mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait hal tersebut. Tidak tertutup kemungkinan pencemaran terjadi akibat matinya listrik di lingkungan komplek PT RAPP kemarin, sehingga instalasi limbahnya tak berfungi optimal."Sekarang kami sedang menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan BLH Pelalawan untuk menindaklanjuti masalah tersebut," ujarnya.***(feb)
|
||||||||||
| Pengalaman | |||||||||||
| Layanan | |||||||||||
| Mitra & Link | |||||||||||
| Publikasi | |||||||||||
| Foto | |||||||||||
![]() |
|||||||||||