![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||
| Home | 21 Januari 2009 Konflik Lahan Diprediksi Meningkat Berdasarkan data Scale Up, pada 2008 lalu jumlah konflik lahan atau sumberdaya alam di Riau berjumlah 96 konflik. Meliputi konflik masyarakat dengan industri kehutanan (14), konflik masyarakat dan industri kehutanan dengan pemerintah (10), konflik masyarakat dengan kawasan konservasi (2), konflik masyarakat dengan industri perkebunan (29), konflik masyarakat dengan industri perkebunan terkait pola kemitraan (14), konflik industri perkebunan yang melibatkan pemerintah dan institusi lain di luar pemerintah (9), dan konflik di luar industri kehutanan, perkebunan dan konservasi (18). Jumlah itu meningkat dari tahun 2007. Meskipun data 2007 yang dimiliki oleh Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) hanya merangkum konflik antara masyarakat dan perusahaan. ‘’Jika hanya merangkum konflik masyarakat dan perusahaan pun, pada tahun 2008 ada 70-an konflik. Jadi masih meningkat dari tahun 2007. Ke depan tahun 2009, diprediksi akan kian meningkat lagi,’’ ungkap Ahmad Zazali yang juga didampingi staf Scale Up Nurhamzalis dan Litbang data FKPMR Muhammad Ansor.
Penyebab lain, pertumbuhan penduduk empat persen, dan lainnya. (ndi)
|
||||||||||
| Pengalaman | |||||||||||
| Layanan | |||||||||||
| Mitra & Link | |||||||||||
| Publikasi | |||||||||||
| Foto | |||||||||||
![]() |
|||||||||||