Home

Rabu, 23 Maret 2011
Scale Up Fasilitasi Workshop Regional Sumatera terkait Perluasan Akses Masyarakat terhadap SDA dengan Lembaga Donor

[ScaleUp-Pekanbaru] Scale Up bersama-sama dengan mitra kerja, menyelenggarkan diskusi program dengan lembaga donor, Ford Foundation pada Rabu, 23 Maret 2011 di ruang Mulia II Hotel Premiere, Pekanbaru.

Hadir dalam diskusi adalah Program Officer dari ford Foundation untuk Indonesia, Steve Rhee, yang membidangi ruang lingkup Perluasan Hak Masyarakat terhadap Sumber Daya Alam (SDA), dan direktur Program dari Global Greengrants Fund, Peter Kostishack. Dari mitra kerja Scale Up dihadiri oleh lembaga Qbar dan Walhi (Propinsi Sumatera Barat), Cappa (Propinsi Jambi), LBH, WBH, dan Walhi (Propinsi Sumatera Selatan), JMGR, LBH, ISEC, Walhi, dan Scale Up (Propinsi Riau).

Pertemuan yang dimulai pada pukul 09.00 Wib dibagi menjadi tiga sesi dan dimoderatori oleh Ahmad Zazali (Direktur Eksekutif Scale Up). Sesi pertama adalah pembukaan dan penyampaian materi oleh Steve Rhee, sesi kedua adalah presentasi dari mitra kerja Scale Up, dan kemudian dilanjutkan sesi terakhir (ketiga) yaitu terkait dengan pengaturan strategi kerja.

Dalam acara pertemuan tersebut, Steve Rhee mengemukakan perihal tentang ruang lingkup pendanaan yang dicakupi oleh Ford Foundation, terutama program-program yang terkait dengan isu-isu SDA. Ia juga menjelaskan bagaimana mekanisme pengajuan proposal kepada Ford Foundation dan proses-proses apa yang harus dipenuhi di dalam pengajuan tersebut. Selain itu Steve sempat menyinggung bagaimana Ford juga terlibat dalam isu perubahan iklim, yaitu program CLUA (Climate and Land Use Alliance).

Lanjutan diskusi kemudian disampaikan oleh Qbar dari Sumatera Barat, yang mengusung program Inisiatif Pengembangan Model-Model Pengelolaan Hutan Berbasiskan Masyarakat dan Kearifan lokal yang Terintegrasi ke Dalam Sistem Pengelolaan Hutan Nasional.

Pemaparan dari JMGR, lebih merinci pada visi misi tata kelola sumber daya ekosistem hutan rawa gambut yang lestari, berkeadilan, dan mensejahterakan rakyat yang menjamin keselamatan ruang hidup masyarakat dan kelangsungan pelayanan alam serta peningkatan produktivitas rakyat.

Setelah JMGR, pemaparan selanjutnya dilanjutkan oleh Walhi Riau. Dalam penjelasannya, Walhi Riau mengemukakan profil kerja, pemantauan, dan evaluasi yang dilakukan terhadap berbagai kasus yang berlangsung dalam lingkungan hidup yang ada di Riau, dan sempat menyinggung tentang sejumlah konflik berdarah telah terjadi di Riau terkait dengan sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan.

ISEC yang berdiri pada tahun 2009, berkesempatan mempresentasikan kegiatan kerja, visi dan misi, strategi, dan sejumlah pengalaman pelaksanaan pedampingan di berbagai lokasi di Riau.

Penjelasan kegiatan selanjutnya disampaikan oleh LBH Pekanbaru. dijelaskan bahwa lembaga ini masih menjadi cabang payung YLBHI Pekanbaru. Mereka pernah melakukan pendampingan terhadap masyarakat miskin atas access to justice, yang selama ini berkaitan dengan isu lingkungan.

Presentasi yang berlangsung hingga lewat pukul 12.00 Wib, kemudian dilanjutkan dengan istrahat dan makan siang, dan kemudian dilanjutkan pada pukul 13.30 Wib. [SU/momeye]